Galih - Haflah Akhirusannah MDT Ula NU 06 Desa Galih, Momentum Syukur dan Pelepasan Santri

Haflah Akhirusannah MDT Ula NU 06 Desa Galih, Momentum Syukur dan Pelepasan Santri

https://galih.kendalkab.go.id - Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Ula NU 06 Hidayatul Mubtadiin Desa Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal, menggelar kegiatan Haflah Akhirusannah sebagai bentuk syukuran sekaligus tasyakuran pelepasan santri, Ahad (1/2/2026). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di halaman madrasah dan dihadiri berbagai elemen masyarakat.

Haflah Akhirusannah ini menjadi agenda tahunan yang sarat makna, sebagai penanda berakhirnya tahun ajaran sekaligus bentuk apresiasi atas perjuangan para santri dalam menimba ilmu agama. Acara diselenggarakan oleh MDT Ula NU 06 Hidayatul Mubtadiin Galih dengan melibatkan para guru madrasah, kader Fatayat NU, Banom-Banom NU, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIK Desa Galih.
Kepala Madrasah MDT Ula NU 06, Kyai Mudzakir, dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan pendidikan di madrasah diniyah tersebut. Ia menegaskan bahwa kemajuan madrasah tidak lepas dari kebersamaan dan kepedulian masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berpihak, peduli, dan mendukung keberlangsungan pendidikan di Madrasah Diniyah Ula. Madrasah ini tidak akan bisa berjalan dengan baik tanpa kebersamaan dan kepedulian semua pihak,” ujar Kyai Mudzakir.
Lebih lanjut, ia berharap sinergi antara pengelola madrasah, masyarakat, dan organisasi keagamaan terus terjalin demi masa depan generasi penerus yang berakhlakul karimah. Menurutnya, madrasah diniyah memiliki peran strategis dalam membentengi anak-anak dari pengaruh negatif zaman.

Acara semakin bermakna dengan mauidhoh hasanah yang disampaikan oleh KH Nasikin dari Singorojo. Dalam tausiyahnya, ia mengingatkan pentingnya pendidikan agama bagi anak sejak dini. Dengan gaya penyampaian yang sederhana dan membumi, KH Nasikin menyampaikan pesan inspiratif kepada para wali santri.
“Hidup ini penuh inspirasi, bukan halusinasi. Menyekolahkan anak ke madrasah itu terasa sulit, tapi kalau sudah dijalani, manfaatnya luar biasa, baik untuk dunia maupun akhirat,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa kemampuan mengaji merupakan anugerah besar yang patut disyukuri. Menurutnya, meskipun seseorang merasa tidak memiliki banyak kemampuan, namun bisa mengaji dan memahami agama adalah keistimewaan tersendiri.

Melalui kegiatan Haflah Akhirusannah ini, MDT Ula NU 06 Hidayatul Mubtadiin berharap semangat belajar para santri terus tumbuh, serta dukungan masyarakat terhadap pendidikan keagamaan semakin kuat di masa mendatang.

 

Red. Mahasiwa KKN STIK Kendal 2026 Posko. 04 (Auliya Rizqi AS)


Dipost : 03 Februari 2026 | Dilihat : 19

Share :