Galih - Tradisi Baritan: Melihat Muharram Lebih Dekat Di Desa Galih

Tradisi Baritan: Melihat Muharram Lebih Dekat Di Desa Galih

Kendal - Dalam rangka menyambut bulan Muharram 1445 Hijriah, Masyarakat Desa galih, Kec. Gemuh, Kab. Kendal, mengadakan kegiatan Baritan pada, Selasa (18/07). Baritan dilaksanakan selepas Maghrib di beberapa titik di Desa Galih, salah satunya di Rukun Warga (RW) 03.

Baritan sendiri merupakan suatu tradisi, euforia yang dilakukan secara turun-temurun untuk menyambut datangnya bulan Muharram atau dalam istilah Jawa disebut bulan Suro.

Dikutip dari beberapa sumber, Baritan disebut juga upacara adat yang dilakukan setiap bulan Suro. Baritan berasal dari kata rid/wiriddan yang berarti memohon petunjuk atau perlindungan dan keselamatan kepada Tuhan. Namun akibat pengaruh dialek setempat kata rid/wiridan berubah menjadi Baritan. Baritan ini dalam bahasa lain disebut tolak bala.

Baritan dilakukan melalui beberapa syarat diantaranya harus diadakan di perempatan jalan dusun karena barada di tengah-tengah sehingga memudahkan masyarakat berkumpul. Seperti yang dilakukan oleh Masyarakat RW 03, Desa Galih yang menggelar Baritan di jalan Desa.

Hadir pula Kepala Desa Galih sebagai pembuka jalanya acara, beliau menuturkan jika sudah selayaknya tradisi Baritan tetap harus dilestarikan, karena melalui Baritan bisa semakin dekat untuk menjalin silaturahmi antar masyarakat.

"Semoga menuju 1 Muharram 1445 Hijriah ini kita masih diberi kesempatan untuk menghirup udara bebas serta tetap teguh dalam keimanan dan menjadi insan yang lebih baik lagi dari segala sisi," tandas Muzhilin, S.E.

Kemudian acara dilanjutkan dengan pembacaan Do'a yang dipimpin oleh Kyai Sa'idullah serta diakhiri dengan makan-makan bersama sebagai wujud menjalin keakraban antar masyarakat setempat.

Red: Anastya Mawar (Mahasiswa KKN Posko 76)

Sumber: https://warisanbudaya.kemdikbud.go.id/?newdetail&detailCatat=4742


Dipost : 21 Juli 2023 | Dilihat : 1902

Share :

s