Detail Bursa Inovasi Galih

Olah Galon Bekas Jadi Tempat Serbaguna

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIK Posko 4 Desa Galih menggelar kegiatan pelatihan pembuatan kerajinan tangan dari galon bekas yang diolah menjadi tempat serbaguna. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (29/1/2026) bertempat di Rumah Sahabat Fatayat NU Desa Galih.
Pelatihan ini bertujuan untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus meningkatkan keterampilan para sahabat Fatayat NU Desa Galih dalam memanfaatkan barang bekas, khususnya limbah plastik rumah tangga. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi kepedulian lingkungan dengan mengolah barang yang sudah tidak terpakai agar memiliki nilai guna bahkan nilai ekonomi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh para sahabat Fatayat NU Desa Galih dan mahasiswa KKN STIK Posko 4 Desa Galih. Suasana pelatihan berlangsung antusias, di mana peserta secara langsung mempraktikkan proses pembuatan kerajinan dari galon bekas mulai dari tahap pemotongan, pembentukan, hingga finishing agar dapat digunakan sebagai wadah serbaguna di rumah.

Ketua PR Fatayat NU Desa Galih, Dalilatun Nailil Muna, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasihnya kepada mahasiswa KKN STIK atas pelatihan yang telah diberikan. Ia menilai kegiatan tersebut sangat bermanfaat bagi anggota Fatayat dalam mengembangkan keterampilan dan kreativitas.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa KKN STIK yang telah memberikan pelatihan kepada sahabat Fatayat dalam memanfaatkan barang plastik bekas, khususnya galon, menjadi wadah rumahan yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini dapat berkembang menjadi lebih baik dan mendorong kami untuk terus berkarya,” ujar Dalilatun dalam sambutannya.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila tidak semua anggota Fatayat dapat mengikuti kegiatan hingga akhir. Selain itu, Dalilatun turut memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa KKN agar terus belajar, berkarya, dan berinovasi sehingga kelak mampu membersamai masyarakat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan masing-masing.

Sementara itu, Koordinator Desa KKN STIK, Putry Mardiana, menjelaskan bahwa program kerja tersebut dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan sederhana namun berdampak. Menurutnya, pemanfaatan galon bekas menjadi tempat serbaguna merupakan langkah kecil untuk menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah plastik.
Ia berharap melalui kegiatan tersebut, masyarakat dapat melihat bahwa barang bekas yang sebelumnya tidak terpakai masih memiliki nilai guna bahkan berpotensi menjadi sumber penghasilan tambahan. “Melalui pelatihan ini, kami ingin mengajak masyarakat agar lebih kreatif dan peduli terhadap lingkungan dengan memanfaatkan barang yang ada di sekitar,” ujarnya.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang berkelanjutan antara mahasiswa dan masyarakat dalam upaya peningkatan keterampilan, kreativitas, serta kepedulian lingkungan di Desa Galih.

 

Red. Mahasiswa KKN STIK Kendal 2026 Posko. 04 (Auliya Rizqi AS)


Dipost : 2026-02-03 09:48:45 | Dilihat : 54