
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) STIK Desa Galih menggelar pelatihan pembuatan gantungan kunci dari kertas shrink bersama siswa kelas VI SD Negeri 1 Galih, Sabtu (31/1/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di ruang kelas VI tersebut bertujuan mengenalkan seni kerajinan tangan modern dengan memanfaatkan teknik penyusutan plastik menjadi produk kreatif bernilai guna.
Pelatihan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas VI dengan pendampingan mahasiswa KKN, guru kelas, serta kepala sekolah. Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan, mulai dari menggambar desain, mewarnai, hingga proses pemanasan yang membuat kertas shrink menyusut dan mengeras menjadi gantungan kunci unik.
Kepala SDN 1 Galih, Milchatun, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, pelatihan ini selaras dengan upaya sekolah dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik yang menyenangkan dan bermakna bagi siswa.
“Kami berharap, pelatihan ini dapat menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan dan bermakna. Anak-anak dapat memahami bahwa dari bahan sederhana pun dapat tercipta produk yang bernilai guna bahkan bernilai ekonomi,” ujar Milchatun dalam sambutannya. Ia menambahkan bahwa kegiatan ini turut mendukung penguatan karakter kreatif dan mandiri pada peserta didik.
Secara tidak langsung, pelatihan ini juga memberikan wawasan kepada siswa bahwa kreativitas dapat diasah melalui kegiatan sederhana namun aplikatif. Siswa tidak hanya belajar keterampilan tangan, tetapi juga memahami proses produksi sebuah barang kerajinan dari awal hingga menjadi produk siap pakai.
Sementara itu, Koordinator Desa KKN STIK Galih, Putry Mardiana, menekankan pentingnya menanamkan kepedulian lingkungan dan jiwa kewirausahaan sejak usia sekolah dasar. Ia berharap kegiatan pelatihan kreativitas ini dapat membuka cara pandang siswa terhadap pemanfaatan bahan sederhana maupun limbah menjadi produk bernilai jual.
“Melalui program kerja Pelatihan Kreativitas Daur Ulang, saya berharap adik-adik kelas VI SDN 1 Galih dapat menumbuhkan kreativitas, kepedulian terhadap lingkungan, serta jiwa wirausaha sejak dini,” tutur Putry. Ia juga menegaskan bahwa barang yang sering dianggap sampah sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat.
Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN STIK Desa Galih dalam mendukung pendidikan kreatif di lingkungan sekolah dasar. Diharapkan, pengalaman ini dapat menjadi bekal awal bagi siswa untuk terus berinovasi dan berani berkarya di masa mendatang.
Red. Mahasiswa KKN STIK Kendal 2026 Posko.04 (Auliya Rizqi AS)
Dipost : 2026-02-03 09:51:33 | Dilihat : 4