
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT ke-22 UIN Walisongo Semarang Posko 171 menginisiasi program edukasi lingkungan di SD Negeri 01 dan 02 Galih, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal. Program bertajuk “Kelola Sampah Organik dan Anorganik Lewat Galon Bekas ”ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara benar dan berkelanjutan.
Program bertajuk “Kelola Sampah Organik dan Anorganik Lewat Galon Bekas” ini dirancang untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Mahasiswa KKN memberikan penjelasan sederhana mengenai perbedaan sampah organik dan anorganik, sekaligus mengajak siswa melakukan praktik langsung memilah sampah dengan wadah kreatif dari gallon bekas. Galon yang biasanya tidak terpakai disulap menjadi tempat sampah berwarna-warni, dihias dengan gambar lucu agar menarik perhatian anak-anak.
Kegiatan ini memberikan edukasi, mahasiswa juga mengajak siswa dan siswi berkreasi dengan membuat tempat sampah mini dari gallon bekas. Aktivitas ini tidak hanya melatih kreativitas, tetapi juga menanamkan nilai daur ulang serta tanggungjawab menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Guru dan siswa menyambut kegiatan ini dengan penuh semangat, berharap agar program serupa dapat dilakukan secara rutin sehingga kebiasaan memilah sampah menjadi budaya positif di sekolah.
Guru dan siswa menyambut kegiatan ini dengan antusias. Mereka berharap program serupa dapat dilakukan secara berkelanjutan agar kebiasaan memilah sampah menjadi budaya positif di sekolah. Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang menekankan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran ekologis di tingkat dasar, sehingga anak-anak terbiasa menjaga kebersihan sejak dini.
Koordinator Posko 171 menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal membangun kesadaran ekologis di kalangan generasi muda. Ia menekankan bahwa menjaga kebersihan bukan hanya tugas orang dewasa, melainkan tanggungjawab bersama yang harus ditanamkan sejak usia dini.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UIN Walisongo menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan sekaligus membentuk generasi muda yang peduli terhadap kelestarian lingkungan. Program kreatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain di Kendal untuk mengembangkan budaya ramah lingkungan yang berdayaguna dan berkelanjutan, sehingga Desa Galih tidak hanya dikenal sebagai desa yang produktif, tetapi juga sebagai desa yang peduli terhadap kebersihan dan kelestarian alam.
Dipost : 2026-08-14 09:02:30 | Dilihat : 29