
https://galih.kendalkab.go.id — Di era digital yang berkembang pesat, adaptasi teknologi menjadi kunci utama bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk bertahan dan naik kelas. Menyadari potensi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Posko 171 menginisiasi program kerja utama bertajuk "UMKM Go Digital" yang menyasar Belasan pelaku usaha rumahan di Desa Galih, Kec. Gemuh sepanjang pekan ini (28–30 Juli 2026).
Program strategis ini dirancang secara komprehensif, mulai dari pemetaan lokasi usaha, modernisasi sistem pembayaran, hingga pembenahan identitas visualproduk.
Beberapa hal yang ditawarkan mahasiswa KKN sebagai berikut:
1. Pemasaran yang Lebih Luas Lewat Google Maps
Langkah awal yang dilakukan mahasiswa adalah membantu para pelaku UMKM yang selama ini belum terdeteksi secara online untuk mendaftarkan titik lokasi usaha mereka di Google Maps. Dengan mendaftarkan Google My Business, toko kelontong, warung makan, hingga pengrajin lokal kini memiliki "identitas digital" yang valid. Langkah ini mempermudah calon konsumen dari luar daerah untuk menemukan lokasi usaha mereka dengan akurat.
2. Mulai Mengembangkan transaksi Modern dengan QRIS
Tidak hanya memperluas jangkauan pasar, mahasiswa KKN juga memfasilitasi pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi para pedagang. Mahasiswa mendampingi proses pendaftaran hingga kode QR siap digunakan. Kini, warga desa maupun pembeli luar bisa bertransaksi secara (non-tunai). Langkah ini dinilai sangat membantu pembukuan keuangan pedagang agar lebih rapi dan terhindar dari peredaran uang palsu.
3. Dongkrak Daya Tarik Lewat Banner Gratis
Sebagai bentuk dukungan nyata pada aspek pemasaran visual, tim KKN juga meluncurkan program "Penawaran Pembuatan Banner Gratis". Mahasiswa yang memiliki keahlian di bidang desain grafis turun langsung membantu pelaku usaha untuk meredesain logo dan membuat spanduk/banner toko yang menarik. Banner-banner cetak ini kemudian dibagikan dan dipasang langsungdi depan tempat usaha warga tanpa dipungut biaya sepeser pun.
"Kami sangat terbantu dengan adanya adik-adik KKN ini. Jualan saya ya begini saja, modal percaya. Sekarang sudah ada di Google Maps, bayar tinggal scan pakai HP, dan dipasang banner baru jadi ketinggal lebih rapi dan semoga jadi lebih ramai," ujar Ibu Sumiati, salah satu pemilik usaha Pembuatan Rengginang setempat.
Koordinator Divisi Ekonomi KKN Posko 171, Alfian, berharap program ini dapat meninggalkan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan warga. "Kami ingin digitalisasi ini tidak berhenti saat KKN selesai. Ini adalah fondasi agar UMKM di Desa Galih bisa lebih mandiri dan modern" pungkasnya.
Red. Sa'dilah Mursyid Mahasiswa KKN UIN 2026 Posko 171 Bhavana
Dipost : 2026-08-05 09:54:41 | Dilihat : 138